Berita

GP ANSOR Cilegon Ajak Millenial Teguhkan Karakter Nusantara Dalam Eksistensi NKRI Untuk Dunia

0

Cilegon, Sabtu 21 September 2019, Bertempat di Hall Center of Excellence Fakultas Teknik Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Kota Cilegon Prov. Banten GP Ansor Kota Cilegon mengadakan Kolokium Kebangsaan dengan tema “Generasi Millenial & Peneguhan Karakter Nusantara Dalam Mempertahankan Eksistensi NKRI Untuk Dunia”.

Hadir dalam acara ini sebagai pembicara adalah Rektor Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) Bpk. Dr. H. Fatah Sulaiman, ST., MT , Kemenhan RI Perwakilan Prov. Banten Bpk. Kol. Inf. Akhmad Amrozzi, Kasdim 0623/Cilegon Bpk. Mayor. Inf. Ferry Ardian, S.Kom dan Rois Syuriah PCI-NU Federasi Rusia dan Eropa Utara Bpk. Dr. Tech. Agus Pramono, ST., MT atau yang akrab disapa Gus Pram.

Kegiatan Kolokium yang berlangsung mulai pukul 14.00 WIB ini di ikuti oleh ratusan peserta yang merupakan perwakilan dari organisasi kemahasiswaan dan organisasi pemuda dari sekitar kota Cilegon, Kegiatan Kolokium yang di moderatori langsung oleh ketua PC GP Ansor kota Cilegon Bpk. Sholeh Syafe’i atau yang akrab disapa Gus Alex berjalan dengan lancar dan khidmat.

Dalam pemaparan nya, Rektor Untirta Bpk. Dr. H. Fatah Sulaiman menyampaikan tentang kondisi perubahan sosial dan pemutakhiran peradaban menuju penerapan teknologi yang membuat interaksi akan sangat cepat, tidak terhalang oleh jarak dan digitalisasi di berbagai aspek “Perubahan menuju peradaban baru ini tak bisa dihindari, pengembangan teknologi sudah terjadi dan terus terjadi maka generasi millenial perlu meneguhkan karakter nya sebagai bangsa Indonesia dengan nilai nilai Pancasila dan Kenusantaraan yang meresap, sehingga generasi bangsa kedepan memiliki identitas” ucapnya.

Gus Pram yang juga sebagai pembicara berikut nya berbicara juga tentang pengembangan pengembangan kedepan dalam dunia teknologi terapan sudah sangat jauh di negara negsra lain “Kapitalisme mengancam nilai luhur dari ilmu pengetahuan dan teknologi yang seharusnya menjelma menjadi sebuah penemuan yang berguna bagi seluruh umat manusia, namun ketika dibiarkan penguasaan teknologi ini kepada kelompok kapitalisme maka identitas seluruh bangsa akan terancam, maka perlu untuk mengampanyekan nilai kebangsaan, nilai luhur nusantara bagi generasi millenial karena hari ini sudah mulai luntur, jangan sampai kita menjadi bangsa yang tidak memiliki identitas” Ucap Gus Pram.

Kegiatan Kolokium Kebangsaan yang di inisiasi oleh pengurus GP Ansor kota Cilegon adalah salah satu upaya untuk meningkatkan progresifitas dan spirit generasi millenial untuk mencintai tanah air “Sebagai bangsa yang menuju usia satu abad, NKRI di ancam dari berbagai lini. Bahwa pemaknaan membela negara dan mencintai tanah air adalah dengan meneguhkan identitas bangsa, identitas ini penting untuk bagaimana kita terus eksis sebagai Indonesia, sebagai Pancasila dan sebagai Nusantara, Indonesia untuk Dunia” ucap Gus Alex ketua PC GP Ansor Kota Cilegon.

Kegiatan kolokium kebangsaan ini ditutup dengan istighosah dan doa bersama, dengan harapan NKRI terus bereksistensi dengan identitas dan karakter Nusantara menuju satu abad Indonesia, satu abad perjuangan perdamaian Dunia.

Ais Banten

Pesan KH. Lukman Hakim Untuk Santri Nusantara

Previous article

Warga Ciomas Banten Antusias Ikuti DTD Banser

Next article

You may also like

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Berita

Tiga Karakter Ajaran Kiai Kepada Santri

Setiap generasi mememiliki tantangannya sendiri tak terkecuali generasi santri dulu tentu berbeda dengan generasi santri zaman milenial. Hari ini, sumber daya manusia yang ...

PWNU Banten Gelar Bathsul Masail II

Lembaga Bahtsul Masail Nahdlatul Ulama (LBM NU) Provinsi Banten, akan menyelenggarakan kegiatan Bahtsul Masail II di Pondok Pesantren Daarul Falah Ciloang Sumurpecung Kota ...

Peran Pesantren Dalam Memperjuangkan Kemerdekaan

Keberadaan pondok pesantren berpengaruh besar terhadap masyarakat. Pendidikan agama didunia pesantren sudah tidak diragukan lagi. Bukan hanya itu keberadaan pesantren juga dapat berpengaruh ...