BeritaPondok Pesantren

Peran Pesantren Dalam Memperjuangkan Kemerdekaan

0

Keberadaan pondok pesantren berpengaruh besar terhadap masyarakat. Pendidikan agama didunia pesantren sudah tidak diragukan lagi. Bukan hanya itu keberadaan pesantren juga dapat berpengaruh dalam pembangunan masyarakat. Perjuangan pesantren dalam membela tanah air juga patut diperhitungkan. Peran serta pesantren dalam mengusir penjajah dan memerdekakan NKRI ini sangatlah besar. Kecintaan para kiayi dan santri pada NKRI terwujud dalam aksi-aksi ksatria untuk menegakan kemerdekaan di tanah air.

Semangat dan loyalitas pesantren dalam hal bela negara juga dibuktikan pada zaman perang kemerdekaan. Selama revolusi fisik (1945-1948) pesantren juga mengerahkan santri-santri pemberani untuk melawan penjajah. Misalnya santri santri yang berada pada barisan laskar Hizbullah yang bersenjatakan bambu runcing yang bahu-membahu bersama rakyat untuk mempertahankan kemerdekaan.

Ada beberapa tokoh Pahlawan Nasional yang juga berasal dari kalangan pesantren atau seorang kiyai dan santri yang kini dikenang jasanya dalam memperjuangkan NKRI, diantaranya yaitu Hadrotusyeikh KH. Hasyim Asy’ari, KH. Wahab Hasbullah, Imam Bonjol, Pangeran Diponegoro, Pangeran Antasari, KH. Syam’un dan masih banyak lagi.

Tetesan darah seorang santri terserap kedalam tanah Indonesia. Berperang melawan kedzoliman bangsa asing yang ingin merengkuh kekayaan dan kemerdekaan bangsa ini. Dewasa ini harusnya kita sadar betul betapa besar peran serta pesantren yang tergambar dalam perjuangan kiyai dan santrinya yang rela tulang belulang nya patah dan tertembak peluru dari kepungan senjata penjajah dan Komunis.

Sejarah mencatat bahwa perjuangan pesantren sangatlah besar terhadap bangsa ini, terlebih pesantren-pesantren NU yang ada di Indonesia yang berjuang menghalau kekejaman para PKI (Partai Komunis Indonesia) Pertentangan pesantren dengan PKI sangatlah tajam. Puncaknya, ketika PKI membantai tujuh jendral TNI Angkatan Darat pada 1965, pesantren mengeluarkan komando Jihad untuk menumpas PKI dan pola pikir Ateisme-Marxisme.

Betapa pentinganya membela tana air dan menjaga perdamaian juga keutuhan bangsa sehingga dalam kondisi mendesak, perang bahkan harus diprioritaskan dari ibadah-ibadah yang lain, sehingga Tokoh besar pendiri Nahdlatul Ulama (NU) yakni Hadrotusyeikh KH. Hasyim Asy’ari pernah berfatwa bahwa membela dan mempertahankan tanah air dari serangan musuh yang kafir lebih utama dari menunaikan ibadah haji.

“Hubbul Wathon minal iman (cinta terhadap tanah air sebagian dari iman)” Inilah prinsip dasar yang dipegang seorang santri dan kiyai-kiyai NU dalam mempertahankan negeri ini. Sehingga tidak ada keringat yang terbuang sia-sia demi menjaga keutuhan NKRI, tiada darah yang mengalir percuma demi mempertahankan persatuan dan kesatuan bangsa dari bahayanya firus-firus mematikan yang memiliki misi mengubah idiologi bangsa dan meretakan kekokohan Indonesia.

Oleh: Defah (Div. Konten AIS Banten)

Editor: TIM AIS Banten

Ais Banten

Tragedi Karbala

Previous article

PWNU Banten Gelar Bathsul Masail II

Next article

You may also like

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Berita

Warga Ciomas Banten Antusias Ikuti DTD Banser

Peserta dari berbagai wilayah yang ada dikabupaten Serang berkumpul dan berbondong-bondong menuju Pondok Pesantren Babussalam Ciomas Asuhan Abah KH. Fahyumi untuk mengikuti Diklat ...

Pesan KH. Lukman Hakim Untuk Santri Nusantara

Kementerian Agama menyelenggrakan acara ORKESTRA PERDAMAIAN dalam rangka menyambut Hari Santri 2019. 19/19. Dengan tema “Seribu Cahaya Santri untuk Perdamaian Dunia” Sebuah pagelaran ...