Pondok PesantrenSantri Banten

Eksistensi Santri Di Era Digital

0

Eksistensi santri di era ini kian meredup, bagaimana tidak keberadaan mereka kini kian tersamarkan. Elektabilitas kaum sarungan seakan-akan tergeserkan oleh mereka kaum intelektual modern (anak sekolahan). Padahal konstribusi santri patut diperhitungkan mengngingat perannya yang sangat penting dalam mempertahankan NKRI. Ini terjadi ketika KH. Hasyim Asy’ari (Pendiri NU) menfatwakan resolusi jihad dengan menghukumi fardhu ain bagi santri yg berada diradius 94 km dan fardhu kifayah bagi santri yg diluar radius tersebut.

Puncaknya tanggal 10 November 1945 kaum sarungan dan arek-arek Surabaya menggempur para tentara Inggris. Peristiwa ini bukan hanya sekedar romantisme sejarah yang patut dibangga-banggakan saja tapi perlu diperjuangkan dan dipertahankan oleh generasi milaneal kaum sarungan.

Namun, realitas yang ada kini kaum sarungan semakin terlupakan, keberadaan meraka hanya dianggap sekedar golongan yang tak punya peran di era digital ini. Padahal tanpa disadar peran Ulama Kiyai yg sekarang mereka banggakan, yang perkataannya selalu meraka kutip tidak serta didapat begitu saja, semua berawal dari santri kemudian bertransformasi menjadi Kiyai, Ulama, Ustadz dsb.

Lantas apakah kita harus menunggu transformasi tsb agar peran kita diakui kalangan umum? Saya rasa tidak perlu, kita harus menunjukan eksistensi keberadan santri di era digital ini, kita tujukan bahwasannya santri tidak tertinggal di era ini. Kita tunjukan bahwa dunia santri tidak hanya dibilik pesantren saja, kita tunjukan bahwa pemahaman kajian kitab klasik bisa kita relavansikan dengan perkembangan zaman yang terus mengalami perubahan-perubahan yg signifikan.

Langkah kecil yang perlu kita lakukan para kaum sarungan terus berkarya, sajikan pemahaman kalian melalui tulisan-tulisan agar masyrakat bisa menikmatinya. Sajian yang ringan namun berkualitas. (Ais Banten)

Ais Banten

Tulisan Apapun Kelak Akan Dihisab

Previous article

Hakikat Kalimat Tauhid

Next article

You may also like

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Minggu Pagi di Pesantren Al Istiqlaliyah

Rutinitas di Pondok Pesantren Al Istiqlaliyah di Kampung Cilongok, Kecamatan Pasar Kemis Kabupaten Tangerang, Minggu (12/5/2019). Tidak banyak pesantren yang mempunyai pengaruh besar ...

Pemuda Mekar Kondang Gelar Maulid Nabi Muhammad

Peringatan Maulid Nabi Muhammad digelar Sabtu Malam (2/02/19) menggemakan pesan kesejukan untuk menjauhi fitnah dan caci-maki, dan mempererat tali silaturrahim. Pesan itu bergema ...

Ngaji Tapi Tak Punya Guru?

Seorang guru adalah sosok panutan yang selalu mewarnai kehidupan seorang santri. Hidupnya seakan disorot, diawasi dan diperhatikan oleh sang kyai. Maka seorang santri ...

Pesantren Itu Ajarkan Perangai Yang Baik

Oleh: Abdul Aziz Jazuli (Ais Banten) Setiap orang memiliki pengalaman pribadinya masing-masing. Susah, sedih, bahagia dan sengsara di pesantren pasti dialami oleh santri ...