Berita

Tangkal Radikalisme, Ponpes TQN Al Mubarok Adakan DTD Banser

0

Dari berbagai daerah calon peserta DTD Banser mendatangi Ponpes TQN Al Mubarok Cinangka, tampat pelaksanaan Diklat Terpadu Dasar Barisan Ansor Serba Guna (DTD Banser) untuk ikut serta dari hari Jum’at sampai Minggu (18-20/10/2019). Pertama kalinya acara DTD Banser diadakan di Cinangka dengan calon peserta yang berjumlah 187 merupakan angka yang fantastik. Untuk tingkat PAC angka tersebut sudah sangat besar, terlebih lagi pada hari itu terdapat beebagai kegiatan di Banten, baik DTD ataupun PKPNU.

“Kami sangat gembira melihat antusiasme para peserta yang berasal dari berbagai daerah di Provinsi Banten, semangat mereka begitu tinggi untuk mengikuti acara demi acara dalam DTD ini, walaupun kami sebagai tuan rumah merasa begitu banyak kekurangan yang harus di perbaiki”, kata Ketua PAC Kec. Cinangka.

Tak hanya dihadiri oleh ulama, acara ini juga mengikutsertakan umara’, mulai dari Kapolsek, Danramil, Pak Camat, anggota DPRD, perwakilan Bupati Kab. Serang, sampai perwakilan dari Kapolda Banten.

AKBP Zaenudin mengatakan dalam sambutannya: “Sebagai calon anggota Banser harus bangga menjadi bagian dari Banser, dan harus memiliki kelebihan ilmu, pengetahuan ataupun harta. Karena yang berkhidmah kepada NU dianggap sebagai santrinya para pendiri NU.”

Pria kelahiran Menes itu menegaskan: “Hal yang harus diperhatikan oleh kita adalah hablun minallah dan minan naas untuk menciptakan kedamaian dan menjaga NKRI dari gangguan-gangguan oknum-oknum yang ingin merusak Negara tercinta ini.”, tegasnya.

Ketua PC GP Ansor kab. Serang, juga menyampaikan: “Kita akan membekali para peserta tentang kebangsaan, keaswajaan, dan ke-NU-an agar para peserta memahami betul bahwa kita akan menjaga ulama dan keutuhan NKRI. Maka tidak boleh ada keraguan bahwa apa yang akan disampaikan di DTD ini hanyalah hal yang tiada arti dan tanpa manfaat.”

Sementara Pengasuh Ponpes TQN Al Mubarok memberikan sambutannya bahwa: “Pengkaderan Banser dan Ansor yang militan harus sering dilakukan untuk melawan faham-faham radikal yang merusak NKRI dan memperkuat faham Aswaja Ahlussunnah wal Jama’ah; karena jika ikut Banser dan Ansor maka sudah manjadi santrinya Hadrotus Syeh KH. Hasyim Asy’ari.”, kata KH. Rd. Muh. Yusuf Prianadi. Beliau berharap agar generasi muda mau mengabdikan diri kepada NU dengan menjaga ulama dan keutuhan NKRI.

Ais Banten

Penanaman Nasionalisme dan Islam Moderat di Pondok Pesantren Salafiyah Banten

Previous article

Peringati Hari Pahlawan AIS Banten Adakan Kopdarwil Yang Ke – 2

Next article

You may also like

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Berita

Pesan KH. Lukman Hakim Untuk Santri Nusantara

Kementerian Agama menyelenggrakan acara ORKESTRA PERDAMAIAN dalam rangka menyambut Hari Santri 2019. 19/19. Dengan tema “Seribu Cahaya Santri untuk Perdamaian Dunia” Sebuah pagelaran ...

Tiga Karakter Ajaran Kiai Kepada Santri

Setiap generasi mememiliki tantangannya sendiri tak terkecuali generasi santri dulu tentu berbeda dengan generasi santri zaman milenial. Hari ini, sumber daya manusia yang ...

PWNU Banten Gelar Bathsul Masail II

Lembaga Bahtsul Masail Nahdlatul Ulama (LBM NU) Provinsi Banten, akan menyelenggarakan kegiatan Bahtsul Masail II di Pondok Pesantren Daarul Falah Ciloang Sumurpecung Kota ...