BeritaTokoh

Penjelasan Taushiyah Syaikhunal Karim Ibnul Karim Abuya Muhtadi Bin Abuya Dimyathi Al-Bantany

4


السلام عليكم ورحمة الله وبركاته ومغفرته .
الحمدلله حسبي وكفى ، والصلاة والسلام على الحبيب المصطفى ، وعلى آله وصحبه أهل الصفا والوفا ، أما بعد .

Menyikapi beredarnya tanggapan-tanggapan yg kurang pas terhadap Taushiyah Guru kami Abuya Muhtadi Dimyathi Al-Bantany akhir-akhir ini maka kami selaku santri Beliau perlu menjelaskan sbb :

  1. Taushiyah Abuya tentang Habaib bukan Warotsatul Anbiya itu “Min Ithlaqil ‘Aam Wa Irodatil Khosh” / Lafadznya Umum Habaib tapi yg di tuju itu khusus oknum Habib yg tidak mewarisi ilmu dan Akhlaq nya Baginda Rasul Muhammad SAW, yg ceramahnya tidak mencerminkan Akhlaqul Karimah, dg dasar :
  • Asbabul Wurudnya Abuya Taushiyah seperti itu karena akhir2 ini di Banten ada ceramah dari Habib yg tidak mencerminkan Akhlaqul Karimah.
  • Abuya Muhtadi itu sangat enjoy dan happy dg Habaib yg menyejukkan yg mewarisi ilmu & Akhlaqul Karimah Baginda Rasul Muhammad SAW (Habib Luthfi Bin Yahya, Habib Syech Bin Abdul Qodir Assegaf dll)
  1. Abuya Muhtadi tidak mengingkari keutamaan Dzat Habaib Dzurriyyah Rosululloh SAW sebagai “Amanul Ardli” / Paku bumi, tapi yg Beliau ingkari adalah sifat-sifat oknum Habib yg tidak mencerminkan Akhlaqul Karimah.
  2. Habaib yg tidak diperbolehkan masuk Banten kecuali Dzikir 10.000 kali itu juga ditujukan Kpd oknum Habib yg ceramahnya suka menebar kebencian, dari pada ceramah yg tidak baik mending perbanyak Dzikir.
  3. Yg dimaksud dg Goyang Habaib tidak boleh itu bukan goyang badannya, tapi goyang pendiriannya, artinya Orang-orang Banten itu tidak boleh Goyang pendiriannya dg mengikuti oknum Habib yg sifatnya tidak terpuji.
    Dan kenapa Abuya memperbolehkan goyang inul…?
    Bukan berarti Beliau membolehkan secara muthlaq, tapi dibandingkan dg goyang oknum Habib yg berkaitan dg hati, maka lebih baik goyang inul karena cuma berkaitan dg badan tidak berkaitan dg hati.
  4. Terkait pengakuan Abuya Muhtadi sebagai Kepala Ulama Banten, walaupun secara legalitas tidak ada dan walaupun secara legitimasi itu bisa dibuktikan dg adanya Abuya dijadikan ikon Ulama Banten pada event2 tingkat Nasional dan Daerah, tapi pengakuan tsb lebih pada ketawadluan Beliau yg maksudnya adalah Beliau sebagai garda terdepan dan bumper Ulama Banten yg siap siaga menjaga kesucian Banten dan Ulama-ulaman Banten dari oknum yg berusaha menciderainya.
  5. Terkait dg Kitab2 yg disebut oleh Abuya Muhtadi (Mughnil Muhtaj, Nihayatul Muhtaj, Tuhfatul Muhtaj, Asnal Matholib) itu memang Kitab- Kitab Fiqih yg tidak menjelaskan Keutamaan Habaib, tapi maksud Abuya berhubung Kitab2 tsb adalah Maroji’ul Muta-akhkhirin Asy-Syafi’iyyah maka siapapun Jangan berani2 berfatwa sebelum paling tidak mengkhatamkan dan memahami Kitab2 tsb, karena bisa2 Fatwanya tidak menjadikan Mashlahat tapi malah menjadikan Mafsadat.

Demikian yg bisa Al-Faqier jelaskan, mudah-mudahan bisa difahami oleh Sahabat2 semuanya.

والله الموفق إلى أقوم الطريق ،
والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته ومغفرته .

صيداهو فنديقلان ، ١١ ديسمبر ٢٠١٨ م .

من الفقير إلى رحمة ربه الخبير ،
محمد حباب نافع نعمان رحمة الله .
🙏🙏🙏

Sayyid dan Habib di Nusantara

Previous article

Belajar Dari Syeh Muh. Said Romadhon Al Buthi

Next article

You may also like

4 Comments

  1. Maaf Kang apakah walaupun sekurang ajar apapun habaib berhak dijelekkan? Suatu waktu ada habaib muda suka mabuk2an dan meninggal (secara dzhahir) suul khotimah namun setelah itu ada habaib lain yang bermimpi habib muda tersebut sedang berjalan digandeng Rasul SAW
    dari sini kita bisa ambil kesimpulan kalo ada Habaib yang jelek akhlaqnya kalo ga mau ikutin silakan tapi setidaknya jangan dihina
    Wallahu a’lam bis showab 🙏

    1. Di mana letak penghinaa nya???

  2. Saya setuju dengan abuya
    Apakah ada solusi biar umat gak bingung harus ikut ulama yang kaya gmna menurut buya?

  3. Rifky aditia. Kayaknya kmu msih blum faham deh dngan topik yg di bahas.

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Berita

Minggu Pagi di Pesantren Al Istiqlaliyah

Rutinitas di Pondok Pesantren Al Istiqlaliyah di Kampung Cilongok, Kecamatan Pasar Kemis Kabupaten Tangerang, Minggu (12/5/2019). Tidak banyak pesantren yang mempunyai pengaruh besar ...