Aqidah AhlakKeislaman

BERSIKAP LEMAH LEMBUT TERHADAP ORANG BERIMAN DALAM KITAB NASHOIHUD AD-DIIN

0

(Renungan Untuk Kita Semua)

وأما الرِّقَّة على المؤمنين فأن يكون رحيماً بهم مشفقاً عليهم، وذلك من أشرف الأخلاق وأفضل الخصال ، وبه وَصَفَ اللهُ رسولَه فقال : (لَقَدْ جَاءكُمْ رَسُولٌ مِّنْ أَنفُسِكُمْ عَزِيزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ حَرِيصٌ عَلَيْكُم بِالْمُؤْمِنِينَ رَؤُوفٌ رَّحِيمٌ)[التوبة:128].

Adapun sikap lemah lembut terhadap orang-orang beriman, maka hal itu ditunjukkan dengan mengasihi dan menyayangi mereka. sikap itu merupakan akhlak yang paling mulia dan sifat yang paling utama. Allah menggambarkan rasulNya dengan sikap itu dalam firmanNya : “Sesungguhnya telah datang kepadamu seorang rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olenya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin,” (At-Taubah :128)

وقال رسول الله -صلَّى الله عليه وآله وسلَّم- : (الراحمون يرحمهم الرحمن . ومن لا يَرحَم لا يُرحَم ).

Rasulullah saw bersabda : “Orang-orang yang penyayang disayangi oleh Ar-Rahman (Tuhan yang Maha Pengasih)”

وقال رسول الله -صلَّى الله عليه وآله وسلَّم- أيضاً: (إن أبدال أمتي لا يدخلون الجنة بكثرة صلاة ولا صيام ، بل بسلامة الصدور، وسخاوة النفوس ، والرحمة بكل مسلم ).

“Barangsiapa tidak menyayangi (orang lain) ia pun tida disayang.” Beliau bersabda pula :”Sesungguhnya para abdaal dari umatku tidak masuk surga karena banyak shalat dan puasa, tetapi karena memiliki hati yang bersih dan jiwa yang dermawan dan rasa kasih sayang terhadap setiap muslim.”

قلت : ولا يفهم من هذا أن الأبدال ليسوا بمكثرين من الصلاة والصيام ، بل كانوا مكثرين منهما من غيرهما من الأعمال الصالحة . ولكن هذه الأصاف التي وصفهم بها نبي الله -صلَّى الله عليه وآله وسلَّم- قدمتهم إلى الله وقربتهم إليه لفضلها وشرفها أكثر من غيرها من بقية أعمالهم الصالحة لأ نهما من أعمال القلوب وأوصاف السرائر

Aku katakan, tidaklah dipahami dari hadits ini bahwa para abdaal itu tidak banyak shalat dan puasa, tetapi mereka banyak shalat dan puasa serta banyak mengerjakan amal-amal baik lainnya. Akan tetapi sifat-sifat yang disebutkan nabi saw ini memajukan dan mendetkan mereka kepada Allah karena keutamaan dan kemuliaannya lebih banyak daripada amal-amal baik mereka lainnya. Karena sifat-sifat itu merupakan amalan-amalan hati dan sifat-sifat batin.

SEMOGA BERMANFAAT YAH !

NASIHAT UNTUK NUR SUGIK (“GUS” NUR)

Previous article

Tentang Non-Muslim Bukan Kafir

Next article

You may also like

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Aqidah Ahlak

Mengapa Mendekati Zina Saja Dilarang?

Pemaknaan ayat al Qur’an tidak semudah apa yang dibayangkan. Ia membutuhkan banyak disiplin ilmu yang harus terpenuhi. Yang semuanya kembali kepada metode penafsiran ...

Antara Fiqih, Tasawwuf & Tauhid

Berbicara tentang fiqih tentu yang tergambar di dalam fikiran kita adalah hukum. Dan berbicara tentang tasawwuf akan menarik kita kedalam kehidupan sufi yang ...

Ulama Matic & Manual

Model mesin saat ini, baik motor atau mobil terdapat dua macam. Yaitu matic dan manual. Yang pertama tanpa harus repot-repot menaik-turunkan gigi. Dan ...

Apakah Daging Ulama Beracun?

Oleh: Abdul Aziz Jazuli Apa Benar Daging Ulama Beracun? Siapa yang tau keagungan ulama? Terlalu banyak teks ayat dan hadist yang menerangkan keutamaan ...