Aqidah Ahlak

Mengapa Mendekati Zina Saja Dilarang?

0

Pemaknaan ayat al Qur’an tidak semudah apa yang dibayangkan. Ia membutuhkan banyak disiplin ilmu yang harus terpenuhi. Yang semuanya kembali kepada metode penafsiran ayat. Realita yang terjadi saat ini, terdapat beberapa oknum yang tidak memiliki latar belakang pendidikan agama, sementara ia dengan sesuka hatinya menafsirkan kalam ilahi yang suci.

Seperti dalam pemaknaan ayat:

ولا تقربوا الزنا فإنه كان فاحشة وساء سبيلا

“Janganlah kalian dekati zina, karena ia adalah perbuatan yang keji, dan seburuk-buruknya jalan.” (QS Al Isra : 32)

Sebagian memahami bahwa “larangan Allah pada ayat tersebut hanyalah larangan mendekati zina, sementara zina itu sendiri adalah boleh?”. Tentu ini adalah sebuah perilaku yang salah lagi menyesatkan dalam agama. Karena keharaman zina adalah sebuah konsensus yang tidak bisa diperdebatkan lagi, dan tiada perselisihan yang berarti dalam permasalahan ini.

Sedikit ingin mengorek keterangan dari beberapa literatur tafsir Al Qur’an. Penulis kutipkan dari Tafsir Ghoro’ibul Qur’an karya Imam An Nisaburi (4/345) :

“Larangan dengan redaksi “walaa Taqrobu” itu lebih kuat (penunjukannya kepada larangan) dari pada dengan redaksi “wala taznu” (janganlah kalian semua berzina).”

Maka, yang berpandangan bahwa ketika yang dilarang adalah mendekati zina, dan zina itu sendiri adalah perkara yang halal, merupakan hal yang tabu dan tidak berarti. Karena pandangan logika yang tidak sehat. Bukankah setiap pandangan logis itu tidak tentu benar?. Segala hal yang dihasilkan oleh logika belum tentu benar?. Tidakkah dalam ilmu keislaman terdapat ilmu yang mengatur pola fikir yang benar?, dan itu dikenal di kalangan pesantren dengan ilmu mantiq.?

Mendekati zina dapat mengundang zina itu sendiri. Yang awalnya hanya sekedar senyum, kemudian mulai ngobrol, lalu jalan-jalan, kemudian gandengan, dilanjutkan dengan pegang-pegang, dan akhirnya… Terjadilah apa yang terjadi.

Dan dari sekian banyak metode berfikir ternyata masih banyak yang salah. Dan hal ini patut diperhatikan dan diwaspadai. Dan masih ada orang yang berpendapat bahwa hasil pemikiran logis itu adalah benar. Padahal tidak begitu bukan?

Melanjutkan tafsir Nisaburi : “Termasuk dari mafsadah zina : bercampurnya nasab, menyia-nyiakan dan menelantarkan pendidikan si anak. Karena seorang anak yang tidak dinasabkan kepada seseorang, maka tiada seseorang yang berkewajiban untuk mendidik dan merawatnya. Begitu pula dengan perempuan yang melahirkannya, ia juga tidak merasa bertanggung jawab atas anak yang dilahirkan. Setiap laki-laki akan menerkam mangsanya (perempuan) yang dia inginkan, untuk mengumbar nafsu dan syahwatnya. Di situ manusia serupa dengan binatang. Padahal tujuan primer dari adanya seorang perempuan adalah menjadi partner seorang laki-laki untuk mengurus rumah tangga, menyiapkan segala kebutuhan bersama dan mendidik anak agar menjadi seorang yang sholeh. Ditambah lagi bahwa wath’i (hubungan seks) yang tidak halal menimbulkan aib dan noda (bagi dirinya dan keluarganya), sehingga pelakunya akan mencari-cari tempat yang tersembunyi dan waktu-waktu yang tak diketahui banyak orang.” (3/345).

Jika zina adalah suatu perbuatan yang dimurkai Allah dan Rasulnya, bahkan salah satu dosa-dosa yang paling berat, maka tidak aneh jika pelakunya dihukum begitu berat. Baik atas dasar pengakuan dirinya sendiri atau kesaksian dari 4 orang saksi yang diuraikan secara detail di dalam literatur fiqih.

Semoga anak-anak kita, keluarga, dan semua saudara kita diselamatkan Allah dari bahaya zina. Amiiin …… !

Abdul Aziz Jazuli, Lc 12/02/2020

Ais Banten

PWNU Banten Resmikan Masjid Baru An Nahdlah

Previous article

Sekilas Tentang Syeh Shohib Mandala Kadu Pinang Pandeglang

Next article

You may also like

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Aqidah Ahlak

SANTRI ERA BARU DI ZAMAN MILENIAL

Oleh: Abdul Aziz Jazuli, Lc Santri merupakan sebutan bagi seseorang yang tinggal di pesantren dan mengikuti pendidikan agama di sana. Biasanya seorang santri ...

Kenapa Wanita Harus Cantik Luar Dalam?

Wanita adalah mahluk Allah yang diciptakan mulia. Wanita adalah mahluk yang dimudahkan masuk surganya dan dimudahkan juga masuk nerakanya. Menjadi wanita bukan hanya ...

Hakikat Kalimat Tauhid

Kalimat “laa ilaha illalloh Muhammadur Rosululloh” diucapakan dengan lidah menjadi dzikrulloh. Kalimat “laa ilaha illalloh Muhammadur Rosululloh” dimasukan ke dalam hati jadi cahaya ...

Tulisan Apapun Kelak Akan Dihisab

Oleh: Ust. Muh. Raudho, S,Pdi. Tulisan apapun akan dihisab kelak. Ghibah atau mengunjing pemerintah hukumnya haram yaitu seorang rakyat suka menghujat, menebar hoak, ...