FiqihKeislaman

Hukum membatalkan puasa bagi yang Sakit

0

Soal: Saya seorang perempuan yang mengidap sakit kepala, dan kondisi saya semakin parah di bulan Ramadhan. Yaitu jika berpuasa maka banyak rasa sakit yang saya dapatkan dan sakit kepala yang mengharuskan saya tidak meninggalkan ranjang dan mengharuskanku berbuka. Jika kondisi membaik maka saya berpuasa di hari selanjutnya, tetapi kondisi saya kembali kepada yang awal. Saya memohon fatwanya bagaiman harus bertindak?

Jawab: Allah maha penyayang kepada hamba-hamba-Nya, tidak memaksakan mereka melakukan hal kecuali yang tidak mereka mampu. Allah berfirman:

لا يكلف الله نفسا إلا وسعها

“Allah tidak memaksa seseorang kecuali sesuaidengan kemampuannya” (QS At Taghobun: 16)

Allah telah menjadikan sakit sebagai sebuah udhur untuk berbuka, Allah berfirman di ayat-ayat puasa:

ومن كان مريضا أو على سفر فعدة من أيام أخر

“Barang siapa yang sakit atau dalam perjalanan maka ia menggantinya di hari-hari yang lain”. (Al Baqoroh: 185)

Jika udhurnya terus menerus dan tidak mungkin melaksanakan qodho’, maka keluarlah fidyah yaitu memberi makan setiap harinya sebanyak satu Mudd (7 Ons) gandum, beras, atau jagung. Dan sebagian ulama memperbolehkan tepung 1,5 rithl (0,6 kg). Amalkanlah keringanan dari Allah dan berobatlah: karena Nabi Saw memerintahkan berobat. Beliau bersabda:

ما خلق الله من داء إلا خلق له دواء ، فتداوو عباد الله

“Tidaklah Allah ciptakan penyakit kecuali ia ciptakan obatnya. Maka berobatlah wahai hamba-hamba Allah” (HR Ahmad) Bahkan diriwayatkan dari imam Ahmad bahwa berobat hukumnya adalah wajib, manusia berdosa dengan tidak berobat. Ini merupakan ungkapan yang sangat cocok dengan perintah Rasulullah saw, dan hukum asal dari perintah adalah wajib.

Ais Banten

Mengqodho Puasa Romadhon di Hari Jum’at

Previous article

Pupuk Kebersamaan, Remaja Islam Cipacung 2 Sukses Gelar Bukber dan Santunan Anak Yatim

Next article

You may also like

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Fiqih

Bagaimana memenuhi puasa nadzar?

Soal : seorang perempuan menginginkan rezeki untuk dirinya dan ia berkata: jika terpenuhi maka aku akan puasa satu hari dan satu harinya lagi ...

Bagaimana Hukum Kudeta Dalam Perspektif Islam?

Oleh: Abdul Aziz Jazuli, Lc. Agama Islam adalah agama yang sangat kompleks. Jangankan permasalahan yang menyangkut permasalahan personal, masalah ketata-negaraan juga dibahas dalam ...

Hukum Muslim Mengucapkan Selamat Natal

Oleh: Abdul Aziz Jazuli, Lc (Ais Banten, Wasek LBM PWNU BANTEN) Ada satu masalah yang perlu diuraikan untuk khalayak ramai. Apalagi masalah itu ...